Masyarakat Apau Ping Mulai Membakar Ladang, Tandai Bercocok Tanam Telah Tiba
Memasuki musim kemarau, masyarakat Desa Apau Ping mulai melakukan kegiatan pembakaran ladang sebagai dari tradisi pertanian ladang berpindah(perladangan tradisioanal) yang telah dilakukan turun temurun.
Kegiatan ini dilakukan karena kondisi lahan yang telah dibuka sebelumnya kini sudah mengering secara optimal, menandakan waktu yang tepat untuk pembakaran sebelum ditanami kembali. Pembakaran ladang dilakukan dengan tetap memperhatikan arah angin, kelembapan udara, serta menjaga batas lahan agar tidak maluas ke area hutan atau ladang milik orang lain.
Tradisi membakar ladang ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bagian dari siklus hidup masyarakat Dayak dan beberapa komunitas adat lainnya di pedalaman kalimantan. Setelah lahan di bakar dan abu menyatu dengan tanah, lahan akan digunakan untuk menanam pangan seperti padi ladang, jagung, dan sayuran.
Tokoh masyarakat setempat menekankan bahwa meskipun kegiatan ini merupakan bagian dari budaya, masyarakat tetap berhati-hati dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kebakaran hutan yang meluas.
Baca juga:
Latihan Persiapan HUT RI
Latihan Persiapan HUT RI